Biologi kami awali dengan belajar sejarah bumi, untuk memberikan latar belakang. Sejarah bumi yang saya maksud disini adalah sejarah masa2 geologi bumi, dan disertai dengan klimatologinya serta makhluk hidup apa yang berkembang di masa itu. Contohnya Masa Cambrian dimana terjadi ledakan keanekaragaman makhluk hidup seperti yang ditemukan dari deposit fosil, atau masa Jura yang dipenuhi oleh dinosaurus (yang dipopulerkan oleh Jurrasic Park), atau masa Devon yang dirajai oleh ikan purba, atau masa Kapur yang menandai punahnya dinosaurus. Cara mengajarkan biologi yang paralel dengan sejarah bumi tidak bisa dihindari jika kita ingin menanamkan pemahaman teori evolusi sejak awal kepada anak, karena perubahan spesies dapat dijelaskan dengan lebih mudah dengan melihat perubahan masa2 geologi pada bumi. (lebih…)

mesopotamia.png

Kami baru saja menyelesaikan pelajaran sejarah Mesopotamia. Mesopotamia kami pilih karena di daerah inilah “sejarah” umat manusia berawal. (Kalau tertarik dengan tulisan yang lebih serius tentang awal sejarah manusia bisa dilihat di sini.)Memulainya gampang2 susah. Ia dulu sempat dulu sekolah di sekolah umum yang kita tahulah pelajaran sejarah diajarkan seperti apa. Kita bersama2 mencoba mengubah pelajaran sejarah menjadi semacam membaca cerita. Dan seperti halnya kita kalau sedang membaca cerita kita harus melihat hubungan logis antara sesuatu dengan yang lain, hal ini yang sering hilang dalam pengajaran sejarah di sekolah2, yang hanya mementingkan data, fakta dan kronologi. (lebih…)

Ini adalah sebuah kata yang mudah sekaligus sulit. Sering kita mendengar orang berkata, kamu ngomong gak pake logika. Namun logika dalam hal ini adalah logika dalam arti sempit, yaitu logika sebagai sebuah ilmu yang membahas tentang ketertiban cara berpikir. Ilmu ini umumnya dikenal lewat mata pelajaran matematika. Namun porsinya sedikit sekali, mungkin kurang dari 1%. Yang belajar ilmu komputer mungkin dapat tambahan porsi logika lagi dalam bab aljabar boolean. Bagi sebagian besar dari kita, logika sebagai pelajaran hampir tidak membekas. (lebih…)

Salah satu kendala juga yang saya hadapi adalah apa yang akan saya berikan untuk pelajaran matematika. Jalan pintas yang mudah dan dilakukan hampir semua orang adalah memakai buku pelajaran saja. Saya tidak mau memakai ini, dengan pengalaman buruk dahulu di sekolah. Oleh itu saya mencoba nyari-nyari di Internet.

Banyak homeschoolers di luar negeri menyarankan memakai buku dari Saxon Publisher. Sayang buku ini sulit untuk dicari, di Singapura gak ada, mesti mesen online. Harganya lumayan mahal lagi. Filosofi yang dibawa oleh Saxon, adalah incremental development, artinya matematika diajarkan dari yang paling sederhana, kemudian yang lebih sulit ditumpukkan di atasnya seperti membangun piramida. Dan setiap subjek dalam matematika tidak diajarkan secara terpisah seperti yang biasanya dipraktekkan, melainkan secara integral. Jadi misalnya sewaktu anak belajar trigonometri, ia juga mengerjakan soal di mana ia harus menggabungkan kemampuan trigonometri yang baru ia peroleh dengan skala peta misalnya, dengan mengerjakan segitiga dengan ukuran km. (lebih…)

Saya memulai sekolah rumah di jenjang SMP. Ini agak sulit, karena membutuhkan transformasi dari kebiasaan belajar rutin terbimbing, menjadi kegiatan mandiri yang terjadwal.

Di lain pihak saya memiliki kemudahan (yang tidak dimiliki semua orang), kemampuan berbahasa Inggris-nya cukup baik, sehingga tidak kesulitan dalam memanfaatkan bahan-bahan dalam bahasa Inggris yang tersedia secara luas di Internet.

Pertanyaan pertama yang paling mendasar adalah, mulai dari mana? (lebih…)

Sebenarnya sudah lama ada keinginan untuk membuat sebuah blog yang bertema homeschooling. Tetapi keragu-raguan akan kekurangan pengalaman saya sempat mengurungkan niat itu. Namun, akhirnya saya bersikap EGP (emangnya gue pikirin) saja, toh di sini saya tidak berniat menggurui melainkan hanya sekedar berbagi pengalaman saja, meskipun saya masih hijau dan harus banyak belajar.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.