Saya memulai sekolah rumah di jenjang SMP. Ini agak sulit, karena membutuhkan transformasi dari kebiasaan belajar rutin terbimbing, menjadi kegiatan mandiri yang terjadwal.
Di lain pihak saya memiliki kemudahan (yang tidak dimiliki semua orang), kemampuan berbahasa Inggris-nya cukup baik, sehingga tidak kesulitan dalam memanfaatkan bahan-bahan dalam bahasa Inggris yang tersedia secara luas di Internet.
Pertanyaan pertama yang paling mendasar adalah, mulai dari mana?
Ini adalah pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab. Saya tidak ingin homeschooling menjadi sekedar memindahkan tempat belajar saja, dari sekolah ke rumah, sedangkan bahan yang dipelajari sama saja. Memang ada yang melaksanakan dengan cara demikian, dan itu sah-sah saja. Alasan mereka adalah suasana belajar di rumah yang lebih rileks sehingga anak tidak tertekan seperti di sekolah. Alasan itu tentu saja bisa diterima.
Setelah banyak membaca, akhirnya saya memutuskan untuk memakai pendekatan klasik, dan di dalam pendekatan ini, dasar dari semua mata pelajaran adalah SEJARAH.
Maka mulailah saya dengan sejarah. Tapi ini pun masih belum final. Banyak buku pelajaran sejarah tersedia di pasaran. Saya tidak mau memakai buku pelajaran di sekolah, karena kupikir (maaf) tidak layak. Sedangkan buku-buku sejarah yang lumayan bagus mungkin masih terlalu sulit untuk anak SMP. Beruntung saya mendapatkan komik KARTUN RIWAYAT PERADABAN terbitan KPG. Jadilah itu yang saya pakai.
Desember 13, 2007 at 2:37 pm
Eh ceritanya buka homeschooling?
Aku nggak pro homeschooling, tapi menarik juga memantau kegiatan ini…rajin-rajin cerita ya pak…
Desember 27, 2007 at 3:45 pm
Sejarah, selain banyak manipulasi–tergantung dari sudut pandang penulisnya–juga banyak yang tidak perlu. yang perlu pun ternyata tidak ditujukan untuk mengambil hikmahnya. saya pikir itulah kenapa saya memilih homeschooling. belajar sejarah di sekolah: merusak!