November 2007


Ini adalah sebuah kata yang mudah sekaligus sulit. Sering kita mendengar orang berkata, kamu ngomong gak pake logika. Namun logika dalam hal ini adalah logika dalam arti sempit, yaitu logika sebagai sebuah ilmu yang membahas tentang ketertiban cara berpikir. Ilmu ini umumnya dikenal lewat mata pelajaran matematika. Namun porsinya sedikit sekali, mungkin kurang dari 1%. Yang belajar ilmu komputer mungkin dapat tambahan porsi logika lagi dalam bab aljabar boolean. Bagi sebagian besar dari kita, logika sebagai pelajaran hampir tidak membekas. (lebih…)

Iklan

Salah satu kendala juga yang saya hadapi adalah apa yang akan saya berikan untuk pelajaran matematika. Jalan pintas yang mudah dan dilakukan hampir semua orang adalah memakai buku pelajaran saja. Saya tidak mau memakai ini, dengan pengalaman buruk dahulu di sekolah. Oleh itu saya mencoba nyari-nyari di Internet.

Banyak homeschoolers di luar negeri menyarankan memakai buku dari Saxon Publisher. Sayang buku ini sulit untuk dicari, di¬†Singapura gak ada, mesti mesen online.¬†Harganya lumayan mahal lagi. Filosofi yang dibawa oleh Saxon, adalah incremental development, artinya matematika diajarkan dari yang paling sederhana, kemudian yang lebih sulit ditumpukkan di atasnya seperti membangun piramida. Dan setiap subjek dalam matematika tidak diajarkan secara terpisah seperti yang biasanya dipraktekkan, melainkan secara integral. Jadi misalnya sewaktu anak belajar trigonometri, ia juga mengerjakan soal di mana ia harus menggabungkan kemampuan trigonometri yang baru ia peroleh dengan skala peta misalnya, dengan mengerjakan segitiga dengan ukuran km. (lebih…)